-->

Aku tak merasa takut lagi oleh ancaman Kak Hardo.

Tidak! Hatiku berontak. Aku tak mau menuruti perintahnya. Aku terlanjur dia sakiti. Tangisku tambah aku keraskan. Tiba-tiba rambutku dijambaknya. Aku diputar ke kanan terus dihempaskan. Aku jatuh 
tersungkur di tanah. Sakit rasanya. Tapi hatiku lebih dari itu. Setelah aku bangkit, aku menantangnya lagi dengan jeritku. Biar, biarlah ia menghajarku, aku telah nekad.
                                      (Ibu karya Sumartono)
Penggambaran watak tokoh Kak Hardo dalam kutipan cerpen di atas melalui
Tingkah laku tokoh
Konflik yang terjadi pada paragraf kutipan di atas adalah
Konflik antartokoh