Pada keesokan harinya, armada laut para pejabat itu berlayar dan menjemput iring-iringan kora-kora
dan juanga Pangeran Ternate yang disertai sepuluh julu-julu penyelam ahli dari Kepulauan Muyau dan Tofure yang khusus didatangkan dari jauh arah Sulawesi sana; dipimpin oleh juanga-bendera dengan panji-panji kencana sang Jou Ma Ngofa Kaicil Juanga Murari bergelar Daulat Gamu-Lamo. Di pintu teluk Kao, iring-iringan kapal-kapal para pejabat yang menyambut itu menyatakan penghormatan dengan upacara Bailele, yakni tiga kali mengitari juanga yang ditumpangi Jaou-ma Ngofa. Paduka Ngofa Manjira dari Jailolo dan Paduka Sangaji Besar dari Bo-eng naik; ke juanga-bendera sang Pangeran, bersembah dan sesudah upacara pendek menyambut putra sultan itu dipenuhi, maka berangkatlah rombongan menuju ke ibu kota Bo-eng untuk berpesta pembukaan dahulu di rumah Sangaji-Besar.
Nilai sosial budaya dalam kutipan novel tersebut adalah
Kedatangan para pejabat disambut dengan penghormatan besar.
Pembahasan:
Nilai sosial budaya adalah cerminan aspek sosial budaya suatu daerah dalam suatu karya sastra.